Sepak Terjang KPK

Keagresifan KPK dalam memberantas korupsi di negri ini tidak dapat disangsikan lagi. Ke-independen-annya pun tidak diragukan lagi. Buktinya orang-orang yang seringkali berteriak-teriak KPK tebang pilih pada akhirnya toh memilih  tutup mulut lantaran yang ditangkap KPK ternyata adalah orang-orang di lingkaran terdekat kekuasaan.

Keberanian KPK adalah yang kita inginkan, namun di satu sisi kita seakan mengalami shock karena ternyata banyak dari mereka yang ditangkap adalah orang2 yang kita anggap ‘bersih’ atau ‘orang baik’. Logika kita seakan dijungkirbalikkan, dan sulit untuk percaya apa yang telah dikerjakan KPK sudah berada di jalan yang benar. Kasus yang terakhir kali membuat heboh adalah ditetapkannya Anas Urbaningrum yang notabene dikenal sebagai orang yang santun dan jebolan pesantren, menjadi tersangka oleh KPK. Jika KPK telah melakukan tindakan yang  benar, apakah selama ini kita tertipu oleh orang2 yang kelihatannya baik padahal tidak, atau ada alasan lain yang perlu kita ketahui sehingga mata kita menjadi lebih terbuka dan melatih kita untuk bersikap lebih bijaksana.

Ada benarnya yang dikatakan presiden kita, SBY, bahwa tidak semua yang ditangkap KPK berniat korupsi. Dengan kata lain ada orang yang sengaja dan ada yang tidak sengaja melakukan korupsi. Salah satu asumsi yang dapat ditegakkan, mengapa banyak dari kalangan ‘orang baik’ yang ikut masuk dalam ‘perangkap’ KPK. Banyak dari kita yang belum tahu tindakan apa saja yang masuk dalam katagori korupsi. Sebaliknya, kita justru sudah dianggap tahu sama tahu apa saja yang dianggap tindakan korupsi. Akibat dari kesenjangan ini, seringkali kita justru tidak merasa telah melakukan korupsi. Tidak menutup kemungkinan hal itu juga yang terjadi pada orang2 yang selama ini kita anggap sebagai ‘orang baik’.

Jadi yang menjadi permasalahan sesungguhnya adalah kognisi masyarakat kita yang belum cukup diisi pengetahuan tentang objek yang bernama korupsi. Seandainya saja KPK mau berbaik hati memberi pendidikan pada masyarakat atau mensosialisasikan lebih detail, dengan menjelaskan  tindakan apa saja yang tergolong korupsi, lewat media yang efektif yaitu televisi, selama berbulan-bulan. Dengan begitu tentunya kita akan hapal di luar kepala apa saja yang tergolong tindakan korupsi. Dan jika setelah itu masih saja ada yang nekad melakukan, maka merekalah yang selayaknya mendapat hukuman. Dengan cara ini dengan sendirinya akan terseleksi orang2 yang memang berniat dan tidak berniat korupsi. Secara tidak langsung kita juga dapat  menyelamatkan aset2 bangsa yakni orang2 pilihan yang memang benar2 berniat merubah bangsa ini ke arah yang lebih baik, tanpa harus tersandung kasus dan tersingkirkan akibat ‘ketidak bijaksanaan’ kita juga dalam mewujudkan idealisme.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 150 hits

Top Posts & Pages

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3 other followers

Parenting And Stuff

Not a "how to be a great parent" blog

Mewaris Gagasan - Just Sharing Ideas

berbagi gagasan, opini dan pengalaman terkait isu-isu SDM | sharing ideas, opinions and experiences about HR related issues

ZAIRAHAES CHILD CARE CENTRE

Building Better Future For Children And Family

Just Homemade

a Pure Vegetarian way of life...

EduEverywhere

Pendidikan ada di mana2......

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: